Pages

Thursday, April 26, 2012

Puisi: Jejak


Aku masih menjejak
Di atas garisan takdir yang tersedia
Jalan itu masih ada retak-retak
Menghantarkan  aku pada sebuah kekeringan
Kering rasa cinta
Kering rasa bahagia

Jalan di hadapan
Ada awan bergerak
Lalu renyai hujan 
Mula membasahi jalan yang bakal ku jejak
Lantas alam tersenyum bahagia
Dan setelah itu pelangi malu-malu menjelma

Pun begitu
Setelah kegembiraan itu
Ia berselang seli dengan kesedihan
kekecewaan
kedukaan
Terkadang meminta belas harap
Agar hati yang berputik
Sudi dipetik yang dipinta
Namun siapalah kita
Andai apa yang Tuhan kehendaki nantinya
Bukan apa yang kita pinta
Tetapi sudah pasti
Apa yang Allah cipta
Terbaik untuk jiwa yang ada

Untuk kuntum yang satu
Teruskan perjalananmu
Jagalah harumanmu
Pasti Tuhan kan pertemukannya denganmu
Biiznillah

almisk
22/04/2012

No comments:

Post a Comment