Untuk melewati badai kita harus terus berjalan, bukannya berhenti.. Dan untuk terus berjalan hanya ada dua hal yang harus kita terus bawa: Keyakinan dan Cinta..
Saturday, June 8, 2013
Syair Imam as-Syaafei Rahimahullah : Takdir
Tuesday, April 10, 2012
Bila Sendu

Tuesday, April 3, 2012
Puisi: Tika Kamu Kehilangan
Saturday, March 24, 2012
Tika Hujan Ujian

Monday, February 27, 2012
Kuatkanlah
Tuesday, January 31, 2012
Cinta yang Mencintai Allah
Sunday, January 22, 2012
Puisi: Cinta Yang Tertanam

Cinta itu
Tuesday, January 17, 2012
Sebatas Jahiliyyah
Sebatas JahiliyyahLantas iman yang senipis bawang kian melayang
Lalu aku bertanya
Dan memiliki cinta-Mu
Dan setelah batas jahiliyyah ini
~almisk
Thursday, January 12, 2012
Puisi: Cinta Pada Apa Adanya

Sunday, January 1, 2012
Dari Kalam Hati

Saturday, May 15, 2010
Nukilan Buat Guru...
Dulu
Tika mula mengenal huruf
Tika mula mengenal eja
Tika tidak mengenal erti baca
Tidak juga mengenal erti menulis
Perlahan kau memujukku
Katamu,
Anakku …
Duduklah bersama teman-teman kecil lain
Lalu perlahan-lahan ku mengukir senyum
Hingga akhirnya membuahkan tawa
Guru
Dulu tika ku pernah menangis
Pernah pula putus asa
Kerna huruf yang kutulis
Tidak secantik yang kau ajari
Kau datang mengesat airmataku
Lalu kau genggami tanganku
Menarikan pensil kayu
Yang terpasak digenggamanku
Guru
Tika ku membesar
Tika ku mengenal erti kehidupan
Terkadang ku hilang arah
Kuhilang pedoman
Lalu kucari dirimu
Agar dapat ku memetik buah nasihat
Yang setulus lahirnya
Dari hati nuranimu
Guru
Ku tidak punya harta
Untuk membayar kesabaranmu
Selama mendidik dan menasihatiku
Namun ku hanya punya doa
Untuk kutadahkan pada-Nya
Moga kebaikanmu
Diganjari-Nya
Kerana
Hanya Dialah sahaja yang layak
Membalas segala pengorbananmu
Terima kasih Guru..
Wardah al-misk
Khas buat guru-guru yang pernah mengajar diri ini secara langsung ataupun tidak. Nukilan ini tidaklah indah, hanya sebagai tanda terima kasih yang tidak terhingga kerna mendidik diri ini. Barakallahu Lakum Jami’an..
Saturday, April 24, 2010
Rintih Sang Perindu
Dia tertunduk malu
Jasadnya membatu
Seakan menunggu dihukum
Terus terdiam membisu
Di angin yang semilir
Matanya menggenang tangis
Airmata berderai-derai
Tersedu bersama esak yang bergilir
Dialah si perindu malam
Menunggu uzlah dari kesibukan
Menagih kasih dari Tuhan
Menunduk malu meminta ampunan
Dialah perindu Ilahi
Bila malam bersemi
Saat matanya menggugur tangis
Aksara bicaranya terngiang di bilahan hati
Membisik kata rindu pada Ilahi
Terbias di rantaian doanya;
Tuhanku
Andai memang hanya Engkau cukup bagiku
Janganlah serahkan diriku pada dunia
Dan janganlah palingkan cintaku dari-Mu
Aku hanya perlukan-Mu
Sedangkan Engkau tidak perlukan aku
Aku hanya inginkan redha-Mu
Sedangkan Engkau tidak perlukan redhaku
Aku hanya inginkan kecintaan-Mu
Sedangkan Engkau berhak memilih siapa yang Engkau Cintai
Andai aku bukan di kalangan itu
Merasa rugilah aku
Seakan terpecah gunung-ganang
Dan bertebaranlah debu-debu yang membekas
Mengaburkan perjalanan hayat insan
Ampuni diriku ya Allah
Andai pintaanku ini keterlaluan
Selalu derhaka yang tidak sudah-sudah
Lalu menagih ampun dari-Mu
Jikalah tidak kerna ku yakini
Ampunan-Mu lebih meluas dari kemurkaan-Mu
Nescaya tidaklah kugagahkan jua diri
Menutup rasa malu yang teramat di hadapan-Mu
Mengungkap taubat yang kesekian ribu kali sudah tertutur
Ya Tuhanku
Yang memiliki hati nuraniku
Yang memiliki jiwaku
Yang menciptakan ruhku
Yang mencampakkan benih kasih dalam relung hatiku
Yang menciptakan rasa fitrah dalam diriku
Ku mohon jagailah diriku
Kerna aku teramat perlukan-Mu
Serahkanlah diriku pada orang yang mentaati-Mu
Diri yang takutkan azab-Mu
Jiwa yang mencintai-Mu
Hati yang mengharapkan cinta seseorang yang mencintai-Mu
Ya Tuhanku
Andai kau izinkan secebis kasih insan berbunga di hatiku
Kuntumkanlah ia seiring redha-Mu
Peliharalah ia dengan ikatan suci
Yang kau pernah izinkan buat Adam dan Hawa
Hingga sampai hanya ke Jannah-Mu
Ya Allah..
Ampuniku atas segala kederhakaanku
Ku memohon Kau tetapkan jiwaku
Keyakinan dan redhaku pada takdir-Mu
Janganlah Kau tinggalkan diriku walau hanya seketika
Kerna aku amat takut bersendiri tanpaMu
Hakikat aku hanyalah hamba
Yang teramat memerlukan-Mu..
al-misk
5.03.2010
Monday, April 19, 2010
Menyebut Asma'-Mu
Tika menyebut asma’-Mu
Tenang dalam relung kalbu
Mengalir bersama atma rasa
Menari-nari bersama simfoni yang melagu pilu
Tika menyebut asma’-Mu
Diri tunduk menyerah segala
Sungguh pada sebuah tadbir
Takdir-Mu mengatasi segala
Sebuah redha yang menagih mujahadah
Demi mahalnya sebuah syurga
Tika menyebut asma’-Mu
Sudah berbaris aksara tercipta
Tanda taubat diri yang selalu berdosa
Sudah berlopak airmata sesal
Tanda penyesalan yang tak sudah
Tika menyebut asma’-Mu
Sudah kuserah diri pada-Mu
Apakah kan Kau terima diriku…
Wardah al-misk
19.4.2010
Friday, February 26, 2010
Ya Rasulallah Ya Habiballah..
Lahirmu dinanti semesta
Peribadimu disenangi sentiasa
Sinar wajahmu menghilang kusam di jiwa
Lembut akhlakmu memikat seisi dunia
Wahai Rasulullah
Tak terucap rasa rindu ini
Terasa tutur bicaramu seakan menyinggahi kami
Kau menyingkap tabir cinta hakiki
Kau mengajar kami erti cinta abadi
Kau mendidik kami tentang ukhuwwah sejati
Kau memimpin kami menuju yang abadi
Masih terkenang di akhir sirahmu
Tika menahan perit maut menjemput
Kau lahirkan rindu, kasih dan kebimbanganmu
Pada nasib ummatmu
Menitis airmata tatkala mengingat
Kau masih mampu melakar kalimah
Ummati.. Ummati..Ummati
Kini kau telah tiada
Terasa suram rasanya jiwa
Seakan hilang cahaya purnama
Dan malam kembali gelita
Dan kini sesungguhnya
Ingin kami meneguh cita-cita
Dan mencerap cinta kedua
Setelah menyulam cinta pada Pencipta
Kerna hati menyimpan sepenuh harap
Moga diizinkan bertemumu ya Rasulallah
Nukilan: al-misk uiam
Sempena memperingati hari kelahiran Kekasih Tercinta (Baginda Sallallahu a'laihi wa sallam), penuhilah hari-hari dengan selawat dan salam ke atas Junjungan Besar Sallallahu alaihi wa sallam, yang sungguh lahir dari hati sepenuh kerinduan..
Sunday, December 6, 2009
Kita Di sini
Tapi mengapa pancar sang mentari
Tidak kita rasai
Kelam mati hati sendiri
Siapa kita di pentas dunia ini
Rupanya ciptaan dan pelakonnya manusia sendiri
Apa yang sementara terus ditagih
Yang selamanya pula mula dilupai
Ketahuilah kita mati hanya sekali
Tetapi hidup ini bukan sekali
Hanya kesempatan di dunia sekali diberi
Untuk mengumpul amal dan bakti
Takutlah andai hati ini mati
Mudah sekali diri menafi yang hakiki
Jangan dilupa suatu hari nanti
Kita akan berpindah ke akhirat abadi
Jalan kehidupan ini penuh berduri
Diberikan ujian tanda disayangi
Pasakkanlah syukur sentiasa di hati
Semoga diri bahagia abadi...
almisk IIUM
Monday, November 30, 2009
Ku Pernah Berjanji

Untuk tidak menghampiri lagi
Untuk tidak menjenguk lagi
Untuk tidak menyentuh lagi
Sering mengatasi pertimbangan rasa
Seolah dihubung benteng noda
Hingga iman semakin layur tidak bermaya
Apakah aku kini tuntas
Adakah aku kini culas
Sebening mata yang mengalirkan airmata sesal
Sujud dahinya di atas sejadah cinta
Merana rindu kepada Rabb-Nya
Aku memintal sebuah harapan
Yang tidak putus kututur dalam abdiku
Meminta untuk Kau bantu thabatkan imanku
Kuatkanlah janji yang pernah ku semai dulu
Agar nantinya berbuah juga ketaqwaan
Untuk menjadi bekal perjalanan abadiku
Menuju kepada-Mu
Al-misk IIUM
© Laman asal: jalan-sehala.blogspot.com
Monday, November 9, 2009
Ku Mohon Kau Hulurkan

Berteleku sendiri
Tenggelam dalam uzlah
Mengharap dan meminta
Jiwa yang keresahan
Nanar semalam yang kebingungan
Kumohon Kau susurkan cahaya
Jalan pulang kembali pada-Mu
Ku meminta setiap masa
Kau bebaskan penjara jiwa
Yang menelan ketenangan rasa
Bimbang hilangnya cinta
Kumeminta Kau hulurkan
Penawar hatiku yang duka
Bimbang jiwaku kan hambar
Dalam tipu daya pentas dunia
Kumohon Kau redakan
Gusar hatiku yang rawan
Bimbang Kau singkir diriku
Dari keampunan-Mu
Kurayu Kau terima
Huluran taubatku yang hina
Dalam sujud dan khulwahku
Telah kuzalimi diriku
Janjiku pada-Mu
Abdikan sepenuh jiwa
Sehingga masanya
Kau seru nyawaku
Andai Kau izinkan
Mekar cinta untuk insan
Biarkan cinta-Mu bertahan
Dalam keutamaan
Kerna segalanya adalah kiasan
Lambang kasih sayang-Mu Tuhan
Kini kian ku mengerti
Makna huluran-Mu
wardah@ummu sulaim
mahallah maryam

