Untuk melewati badai kita harus terus berjalan, bukannya berhenti.. Dan untuk terus berjalan hanya ada dua hal yang harus kita terus bawa: Keyakinan dan Cinta..
Saturday, March 1, 2014
Hanya Mimpi
“Aku hanya berani bermimpi,
Sungguh tidak terhitung berapa kali aku bermimpi tentang kau.” -Tere Liye,
Dan tatkala aku bangun dari mimpi
Aku hanya mampu menangis
Kerana dirimu lagi yang ada di dalam mimpiku
Allah
Berikan aku kejernihan hati
Pada perasaan aku ini
Berikan aku kekuatan
Pada apa yang melemahkan hatiku
Jangan biarkan mimpiku dihuni
Sesuatu yang menambah kesedihan hatiku lagi
Allah-ku
Aku hanya ingin ketenangan
Aku hanya damba keampunan
Hanya dari-Mu
Friday, January 24, 2014
Wahai Hati, Jangan Bersedih
Wahai Hati
Jangan Bersedih
Allah ada
Allah selalu mendengarkanmu
Tanyalah Allah
Mintalah pada Allah
Jangan bersedih
Wahai Hati
Allah ada
Tuesday, January 14, 2014
Lepaskanlah Ia Pergi
Melupakan dan melepaskan bukanlah tanda kamu lemah
Justeru itulah tanda bahawa kamu hamba yang kuat
Usah terlalu dipegang erat
Lantaran takut kehilangan
Jika ia memang untuk kamu
Sejauh manapun ia pergi dibawa angin takdir
Suatu saat pasti Allah akan kembalikannya padamu
Namun jika ia bukan untuk kamu
Angin takdir akan membawanya semakin jauh dari kamu
Dan suatu saat pasti Allah akan gantikan dengan sesuatu yang lebih baik dari yang telah pergi
Wardah al-misk
14 Januari 2014
Sunday, January 5, 2014
Hanya Engkau Wahai Tuhan-Ku
Hanya Allah Yang Maha Menyembuhkan
Hanya Allah Yang Maha Meleraikan
Hanya Allah Yang Maha Meredakan
Tatkala Allah uji dengan penyakit ini
Aku hanya membilang waktu untuk pergi
Namun terkadang aku masih lupa
Waktu untuk pergi semakin hampir
Tuhan
Kuatkan aku
Lindungilah aku dari rasa berputus asa
Andai aku memang akan pergi
Atas sebab ini
Pertemukan aku dengan-Mu
Tuhan-ku
Aku tidak layak untuk ke syurga-Mu
Namun aku sangat takut ke neraka-Mu
Maka ampunilah dosa-dosaku yang terlalu menggunung
Ampuni aku
Jangan biar aku bersedih dengan apa yang luput dariku
Dan jangan biar aku bersangka buruk pada ketetapan-Mu
Jadikan aku redha dengan ujian ini
Dengannya airmataku tidak lagi sia-sia
Dengannya tangisanku tidak lagi dusta
Wahai Allah
Kuatkan hatiku yang lemah ini...
~ Hamba-Mu
5 Januari 2014
Hanya Allah Yang Maha Meleraikan
Hanya Allah Yang Maha Meredakan
Tatkala Allah uji dengan penyakit ini
Aku hanya membilang waktu untuk pergi
Namun terkadang aku masih lupa
Waktu untuk pergi semakin hampir
Tuhan
Kuatkan aku
Lindungilah aku dari rasa berputus asa
Andai aku memang akan pergi
Atas sebab ini
Pertemukan aku dengan-Mu
Tuhan-ku
Aku tidak layak untuk ke syurga-Mu
Namun aku sangat takut ke neraka-Mu
Maka ampunilah dosa-dosaku yang terlalu menggunung
Ampuni aku
Jangan biar aku bersedih dengan apa yang luput dariku
Dan jangan biar aku bersangka buruk pada ketetapan-Mu
Jadikan aku redha dengan ujian ini
Dengannya airmataku tidak lagi sia-sia
Dengannya tangisanku tidak lagi dusta
Wahai Allah
Kuatkan hatiku yang lemah ini...
~ Hamba-Mu
5 Januari 2014
Monday, December 30, 2013
Dari Rasa Bertaut Jiwa
Sesungguhnya apabila rasa bersatu dengan jiwa
Maka tiada nikmat yang mampu kita dustakan lagi
Lantaran itulah nikmat yang Allah titipkan bekal rahmat-Nya
Membaca entri seorang sahabat yang baru menamatkan zaman bujangnya awal bulan lalu membuat saya jauh berfikir tentang hidup 'berdua'
'Berdua' itu rasa fitrah. Namun memilih untuk 'berdua' dalam keadaan kecamuk rasa dan tergesa-gesa mengundang retak dan pecah belah di kemudian hari.
Berjalan bersembang, datang kisah tentang perpisahan antara mereka
Allah, saya beristighfar. Kadangkala, senyum orang jangan disangka tiada duka.
Lantas saya belajar untuk lebih berhati-hati dalam bertanya
Terutama soal kahwin dan zuriat.
Karena saya juga merasakannya. Dihenyak dengan soalan bertubi-tubi, tiada jawaban.
Hanya mengetap bibir, sambil airmata bergenang
Allahu Rabbi
Kala diuji dengan suatu 'penyakit'
Maka datangkan hakikat ketakutan dari orang lain
Takut mewarisi sakit ini
Sesungguhnya hanya kepada Allah kuadukan seluruh perasaan ini
Perasaan sedih, duka, kecewa, luka
Lantas kerana aku sudah tidak mampu membayar air mata yang mengalir
Saat aku berfikir tidak-tidak pada takdir
Buat baki-baki usia ini
Tak kuhadirkan dalam doaku
Melainkan agar Tuhan berikan untukku apa yang terbaik
Jika ada teman yang sudi singgah dan memimpin tanganku mencari redha Tuhan
Maka aku menerimanya dengan penuh kesyukuran
Namun andai tidak langsung ada yang sudi setelah dikhabarkan ujian untukku ini
Aku yakin
Di syurga nanti ada yang jauh lebih baik
Kerana pemuda syurga itu
Adalah pemuda yang Allah pilihkan untuk setiap wanita yang menjaga kesucian di dunia
Karena itu jugalah
Aku tetap meminta dari Tuhan-ku
Sucikan mawar agamaku
Kuatkan keikhlasanku
Tabahkan hatiku
Dan lapangkan hatiku dalam mendepani ujian ini
La hawla wa la quwwata illa billah...
.............
Aku tidak membisik
Melainkan Allah selalu ada Mendengar bisikanku
Puisi: Kala Diuji
Wahai Allah
Andai ujian ini
Membuat aku dekat dengan-Mu
Maka ajarkan aku untuk terus redha dengan ketentuan-Mu
Wahai Allah
Andai ujian kesakitan ini
Untuk menghapus dosa-dosa ku yang menggunung tinggi
Jadikan aku hamba-Mu yang selalu bersyukur
Tatkala kesakitan yang engkau sembunyikan dari merasai sakit
Wahai Allah
Andai ujian kesakitan ini
Untuk menambah cintaku pada-Mu
Jadikanlah hatiku ini tabah dan kuat
Buat melewati baki-baki hariku
Wahai Allah
Kala kesakitanku ini
Menjadi penghalang buat seseorang mendampingi kehidupanku di dunia
Gantikanlah ia dengan sesuatu yang lebih baik di syurga-Mu
Wahai Allah
Ampuni aku
Andai aku pernah bertanya kenapa
Pada apa yang Engkau takdirkan padaku
Wahai Allah
Cintailah aku
Karena aku sedang bertatih mencintai-Mu
30 Disember 2013
Andai ujian ini
Membuat aku dekat dengan-Mu
Maka ajarkan aku untuk terus redha dengan ketentuan-Mu
Wahai Allah
Andai ujian kesakitan ini
Untuk menghapus dosa-dosa ku yang menggunung tinggi
Jadikan aku hamba-Mu yang selalu bersyukur
Tatkala kesakitan yang engkau sembunyikan dari merasai sakit
Wahai Allah
Andai ujian kesakitan ini
Untuk menambah cintaku pada-Mu
Jadikanlah hatiku ini tabah dan kuat
Buat melewati baki-baki hariku
Wahai Allah
Kala kesakitanku ini
Menjadi penghalang buat seseorang mendampingi kehidupanku di dunia
Gantikanlah ia dengan sesuatu yang lebih baik di syurga-Mu
Wahai Allah
Ampuni aku
Andai aku pernah bertanya kenapa
Pada apa yang Engkau takdirkan padaku
Wahai Allah
Cintailah aku
Karena aku sedang bertatih mencintai-Mu
30 Disember 2013
Sunday, November 10, 2013
Secebis Kisah
"Malam tadi saya mimpikan seseorang yang pernah dekat dengan saya suatu waktu dulu. Dia datang duduk sebelah saya, tetapi saya tidak bercakap apa-apa dengannya kerana saya tahu dia sudah berkahwin. Hati terasa sangat sedih dan sakit hati. Di suatu keadaan lain, ada seseorang melihat dari kejauhan, saya tidak tahu dia siapa tetapi saya yakin saya kenal dia.
kenapa kesedihan itu masih lagi datang, datang dalam mimpi walaupun saya sudah cuba untuk melupakan dia. Sakit yang sangat dalam."
Soalan ini dari hati seseorang ditulis kepada seorang sahabat. Hatinya masih terluka walaupun dia tahu hakikat dia dan lelaki itu tidak berjodoh. Dan dia cuba melupakan ujian berat hidup dalam dosa suatu ketika dahulu. Dan mungkin, itulah ujian terberat saat ini baginya untuk melupakan dari kesilapan-kesilapan lalu. Melupakan kenangan yang dipenuhi dengan dosa itu amat menyakitkan.
Sahabatnya simpati dengan hati wanita itu. Sahabat yang dia kenal sejak sekolah lagi.
"Sabarlah. selagi kita hidup dan masih waras, semua kenangan dan pengalaman yang pernah ditempuh takkan mudah kita lupa. lebih-lebih lagi yang memberi kesan yang hebat pada kita . Lagi susah kita nak lupa walaupun kita tahu tak ada manfaat untuk diingat dan ditangisi.
Kuatkanlah hati. Allah sedang menguji. Walaupun aku sendiri tak tahu berapa lama ujian yang ditetapkan untuk kau, tapi aku yakin penamatnya akan indah. "
InsyaAllah
Sesungguhnya, ujian itu takkan berhenti. Saat ujian sudah tamat itu, akan bersilih ganti dengan ujian lain pula.
Begitulah kehidupan.
kenapa kesedihan itu masih lagi datang, datang dalam mimpi walaupun saya sudah cuba untuk melupakan dia. Sakit yang sangat dalam."
Soalan ini dari hati seseorang ditulis kepada seorang sahabat. Hatinya masih terluka walaupun dia tahu hakikat dia dan lelaki itu tidak berjodoh. Dan dia cuba melupakan ujian berat hidup dalam dosa suatu ketika dahulu. Dan mungkin, itulah ujian terberat saat ini baginya untuk melupakan dari kesilapan-kesilapan lalu. Melupakan kenangan yang dipenuhi dengan dosa itu amat menyakitkan.
Sahabatnya simpati dengan hati wanita itu. Sahabat yang dia kenal sejak sekolah lagi.
"Sabarlah. selagi kita hidup dan masih waras, semua kenangan dan pengalaman yang pernah ditempuh takkan mudah kita lupa. lebih-lebih lagi yang memberi kesan yang hebat pada kita . Lagi susah kita nak lupa walaupun kita tahu tak ada manfaat untuk diingat dan ditangisi.
Kuatkanlah hati. Allah sedang menguji. Walaupun aku sendiri tak tahu berapa lama ujian yang ditetapkan untuk kau, tapi aku yakin penamatnya akan indah. "
InsyaAllah
Sesungguhnya, ujian itu takkan berhenti. Saat ujian sudah tamat itu, akan bersilih ganti dengan ujian lain pula.
Begitulah kehidupan.
Sunday, September 15, 2013
Langkah ke PhD: Ujian Kehidupan
Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillah. Allah masih beri nikmat sihat untuk hari ini. Esok lusa sungguh tidak tahu apa yang akan berlaku. Namun sebagai manusia, kita harus berjalan dan berusaha untuk hidup hari ini, semalam kita biarkan dan esok jangan terlalu dirisaukan.
Ujian.
Itu tidak pernah berhenti. Seperti manusia lain, saya juga diuji oleh Allah dengan ujian yang datang silih berganti. Harapan demi harapan yang Allah datangkan, namun tidak kesampaian.
Sesungguhnya hanya hati yang merasa tahu bagaimana beratnya untuk duduk dalam situasi ini. Saya tidak menganggap ujian ini menunjukkan saya kuat imannya, walaupun memang benar semakin seorang itu baik dan kuat imannya, semakin kuat dia akan diuji. Namun, saya tidak layak untuk termasuk di golongan itu, apatah lagi dalam golongan manusia yang sangat solehah. Saya merasakan ujian ini adalah sebagai penghapus dosa-dosa lalu yang menggunung.
Tak mampu bercerita banyak.
Semua berkaitan dengan umur, saya sudah tidak pedulikan tentang soal remeh temeh yang lain. Hendak bercakap lebih pun saya tidak ada rasa.
Moga Allah beri kekuatan kepada saya dan manusia-manusia yang sedang diuji dengan kesakitan, kedukaan dan kekecewaan. Hanya sangka baik dengan Allah sahaja cara terbaik mengubat hati.
PHD
Perjalanan untuk ke luar negara tidak menampakkan jalan-Nya. Semuanya telah Allah tentukan walaupun diri telah berusaha dengan sedaya upaya. Semua ini mengajar diri ini mengerti bahawa kita sebagai manusia hanya mampu merancang kerana Allah beri kita kuasa mentadbir sahaja, bukan mentakdir.
Sedih, terkejut, dukacita, penat, lelah dan bermacam-macam lagi perasaan singgah. Tidak mampu bercakap dengan semua orang. Hari-hari awal menerima berita yang mengejutkan itu, hanya airmata mengalir. Tidak tahu airmata itu mengalir kerana apa, kerana semuanya datang dalam sekelip mata.
Syukur Allah datangkan manusia-manusia yang sudi menguatkan hati ini. Hanya doa yang saya harapkan, tidak lain. Tidak cinta, tidak duit, tidak kasihan. Tetapi saya hajatkan doa.
Jikalah umur saya tidak panjang sekalipun, moga Allah beri kesempatan untuk berbakti kepada ibu yang sudah berumur.
Semua ini buat saya mengerti bahawa tiada apa yang abadi di dunia ini, semuanya pinjaman. Dan kesihatan juga pinjaman. Moga Allah redha pada apa yang dipinjamkan ini.
Sementara masih ada baki-baki usia ini, usaha dan perancangan serta tanggungjawab perlu diteruskan. Ada tanggungjawab yang belum diselesaikan di USIM. Maka atas saranan dekan, saya akan meneruskan pengajian Phd di USIM dalam masa terdekat atas keizinan Allah.
Semuanya berlaku dalam sekelip mata. InsyaAllah semua yang Allah tentukan itu baik untuk kita. Kerana tiada yang Allah tentukan melainkan ada hikmah di dalamnya.
Moga Allah jadikan hati kita redha atas setiap sesuatu. Ameen
Alhamdulillah. Allah masih beri nikmat sihat untuk hari ini. Esok lusa sungguh tidak tahu apa yang akan berlaku. Namun sebagai manusia, kita harus berjalan dan berusaha untuk hidup hari ini, semalam kita biarkan dan esok jangan terlalu dirisaukan.
Ujian.
Itu tidak pernah berhenti. Seperti manusia lain, saya juga diuji oleh Allah dengan ujian yang datang silih berganti. Harapan demi harapan yang Allah datangkan, namun tidak kesampaian.
Sesungguhnya hanya hati yang merasa tahu bagaimana beratnya untuk duduk dalam situasi ini. Saya tidak menganggap ujian ini menunjukkan saya kuat imannya, walaupun memang benar semakin seorang itu baik dan kuat imannya, semakin kuat dia akan diuji. Namun, saya tidak layak untuk termasuk di golongan itu, apatah lagi dalam golongan manusia yang sangat solehah. Saya merasakan ujian ini adalah sebagai penghapus dosa-dosa lalu yang menggunung.
Tak mampu bercerita banyak.
Semua berkaitan dengan umur, saya sudah tidak pedulikan tentang soal remeh temeh yang lain. Hendak bercakap lebih pun saya tidak ada rasa.
Moga Allah beri kekuatan kepada saya dan manusia-manusia yang sedang diuji dengan kesakitan, kedukaan dan kekecewaan. Hanya sangka baik dengan Allah sahaja cara terbaik mengubat hati.
PHD
Perjalanan untuk ke luar negara tidak menampakkan jalan-Nya. Semuanya telah Allah tentukan walaupun diri telah berusaha dengan sedaya upaya. Semua ini mengajar diri ini mengerti bahawa kita sebagai manusia hanya mampu merancang kerana Allah beri kita kuasa mentadbir sahaja, bukan mentakdir.
Sedih, terkejut, dukacita, penat, lelah dan bermacam-macam lagi perasaan singgah. Tidak mampu bercakap dengan semua orang. Hari-hari awal menerima berita yang mengejutkan itu, hanya airmata mengalir. Tidak tahu airmata itu mengalir kerana apa, kerana semuanya datang dalam sekelip mata.
Syukur Allah datangkan manusia-manusia yang sudi menguatkan hati ini. Hanya doa yang saya harapkan, tidak lain. Tidak cinta, tidak duit, tidak kasihan. Tetapi saya hajatkan doa.
Jikalah umur saya tidak panjang sekalipun, moga Allah beri kesempatan untuk berbakti kepada ibu yang sudah berumur.
Semua ini buat saya mengerti bahawa tiada apa yang abadi di dunia ini, semuanya pinjaman. Dan kesihatan juga pinjaman. Moga Allah redha pada apa yang dipinjamkan ini.
Sementara masih ada baki-baki usia ini, usaha dan perancangan serta tanggungjawab perlu diteruskan. Ada tanggungjawab yang belum diselesaikan di USIM. Maka atas saranan dekan, saya akan meneruskan pengajian Phd di USIM dalam masa terdekat atas keizinan Allah.
Semuanya berlaku dalam sekelip mata. InsyaAllah semua yang Allah tentukan itu baik untuk kita. Kerana tiada yang Allah tentukan melainkan ada hikmah di dalamnya.
Moga Allah jadikan hati kita redha atas setiap sesuatu. Ameen
Saturday, June 8, 2013
Ukhuwwah di Ice Room
"Macam mana sekarang? Dah boleh lupakan?"
Seorang sahabat yang baik hati dan selalu ada saat hati ini merasa duka bertanya.
Saya tersenyum kelat. Menahan airmata dari menitis lagi. Biarlah airmata itu mengalir tika saya sendiri, kerana tidak sanggup melihat orang lain merasakan juga kepedihan yang sedang saya rasakan sekian lama.
"Alhamdulillah dah semakin baik. Takpe, dah tidak kisah tentangnya. Bohonglah kalau kata tak sedih. Tapi tak mengapa. InsyaAllah ada yang lebih baik".
Hanya itu yang tertutur.
...................................
Cuti persekolahan bermula, dan waktu senggang itu saya ambil peluang untuk ke UIAM, tempat menimba ilmu selama 8 tahun.
Bertemu dengan sahabat-sahabat lama begitu membuat hati terisi. Sungguh hidup memang terasa sunyi. Sunyi apabila terpaksa melalui jalan hidup ini sendirian. Namun jiwa akur, masanya belum tiba untuk didampingi seseorang yang terbaik, kurniaan dari Allah. Maka yang terbaik, isi waktu dengan perkara yang bermanfaat. Belajar mencintai yang dekat sebelum Allah datangkan yang dari jauh.
Jumaat malam Sabtu, dua orang adik yang baik hati datang berziarah ke UIAM semata-mata untuk bertemu saya dan sekaligus mempelawa saya dan sahabat-sahabat lain untuk makan malam.
Alhamdulillah, hati merasa sangat bahagia. Benarlah, Allah tidak pernah biarkan hati berduka selalu. Allah datangkan bahagia berupa kemanisan ukhuwwah bertemu saudari-saudari yang terikat dengan ikatan iman.
Hamdan Lillah
Jazakumullahu khayr al Jaza'
Moga Allah memberi balasan yang baik buat kalian
Ameen
Seorang sahabat yang baik hati dan selalu ada saat hati ini merasa duka bertanya.
Saya tersenyum kelat. Menahan airmata dari menitis lagi. Biarlah airmata itu mengalir tika saya sendiri, kerana tidak sanggup melihat orang lain merasakan juga kepedihan yang sedang saya rasakan sekian lama.
"Alhamdulillah dah semakin baik. Takpe, dah tidak kisah tentangnya. Bohonglah kalau kata tak sedih. Tapi tak mengapa. InsyaAllah ada yang lebih baik".
Hanya itu yang tertutur.
...................................
Cuti persekolahan bermula, dan waktu senggang itu saya ambil peluang untuk ke UIAM, tempat menimba ilmu selama 8 tahun.
Bertemu dengan sahabat-sahabat lama begitu membuat hati terisi. Sungguh hidup memang terasa sunyi. Sunyi apabila terpaksa melalui jalan hidup ini sendirian. Namun jiwa akur, masanya belum tiba untuk didampingi seseorang yang terbaik, kurniaan dari Allah. Maka yang terbaik, isi waktu dengan perkara yang bermanfaat. Belajar mencintai yang dekat sebelum Allah datangkan yang dari jauh.
Jumaat malam Sabtu, dua orang adik yang baik hati datang berziarah ke UIAM semata-mata untuk bertemu saya dan sekaligus mempelawa saya dan sahabat-sahabat lain untuk makan malam.
Alhamdulillah, hati merasa sangat bahagia. Benarlah, Allah tidak pernah biarkan hati berduka selalu. Allah datangkan bahagia berupa kemanisan ukhuwwah bertemu saudari-saudari yang terikat dengan ikatan iman.
Hamdan Lillah
Jazakumullahu khayr al Jaza'
Moga Allah memberi balasan yang baik buat kalian
Ameen
Syair Imam as-Syaafei Rahimahullah : Takdir
"Biarkan takdir berjalan sesuai kehendaknya
Janganlah terlelap kecuali hatimu dalam keadaan tenang dan tenteram
Di antara kerdipan mata dan kesedarannya
Allah datangkan takdir yang baru
Menggantikan takdir yang sebelumnya"
~ Bait syair Imam as-Syaafei Rahimahullah
...................................................
Wahai Allah
Luputkanlah kesedihan ini selama-lamanya
Gantikan ia dengan harapan baru yang kusulam dalam untaian doa
Wahai Allah
Engkau Pencipta segala rasa
Izinkan aku merasai cinta yang sebenar-benarnya
Cinta dari-Mu
dan
kurniakanlah aku cinta hamba-Mu yang mencintai-Mu
serta mencintai hamba yang mencintai-Mu
Wahai Allah
Bantulah aku untuk melakar senyum
Walaupun hati pedih menghiris
Bantulah aku untuk redha
Atas segala ketentuan-Mu
Allahumma ameen
Subscribe to:
Posts (Atom)




